Sabtu, 12 Desember 2015

PROPOSAL USAHA PEMBIBITAN KAKAO ”PT. MEKAR SARI TANI JAYA”



PROPOSAL

USAHA PEMBIBITAN KAKAO
”PT. MEKAR SARI TANI JAYA”



















Penulis:
Siti Karimah
8165 / 4 ATP 5






 A.    JUDUL PROGRAM
Merintis Usaha Baru Inovatif Melalui Pembibitan Tanaman Kakao Dengan Berbasis Home Industri
B.     LATAR BELAKANG
Bumi nusantara yang dikenal sebagai Negara agraris menyadarkan bahwa kebutuhan hidup penduduk dari hasil produksi dilapangan pertanian.
Garis-garis besar Negara mengamanatkan peran serta petani begitu luas dan menyentuh hamper kehidupan manusia Indonesia.
            Kakao merupakan salah satu komoditi ekspor non migas yang memiliki prospek yang cukup cerah sebab permintaan dalam negeri semakin kuat dengan berkembangnya sector agroindustri.
Pada masa yang akan datang, komoditi biji cokelat diharapkan menduduki tempat yang sejajar dengan sawit dan karet.
Tanaman kakao dapat diperbanyak secara generatif dan vegetatif. Namun secara umum, pembibitan kakao secara generatif lebih sering dilakukan para petani. Mungkin karena dirasa lebih praktis.
Perbanyakan generatif adalah teknik memperbanyak tanaman dengan menggunakan biji. Sedangkan perbanyakan vegetatif biasanya menggunakan setek, okulasi, cangkok atau kultur jaringan. Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan perbanyakan generatif dibanding vegetatif.
Teknik generatif lebih praktis karena benih bisa disimpan dalam waktu lama, pengiriman benih lebih fleksibel dan tanaman berdiri kokoh karena memiliki akar tunjang. Hanya saja, dengan teknik ini sifat-sifat tanaman belum tentu seragam dan bisa saja berlainan dengan tanaman induknya.
Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam pembibitan kakao menggunakan teknik perbanyakan generatif. Tahapan-tahapan tersebut antara lain penyiapan benih tanaman, penyiapan tempat pembibitan kakao, penyemaian, penyiapan media tanam, pemindahan kecambah dan pemeliharaan bibit.

C.     TUJUAN PROGRAM
1.      Melatih dan memupuk jiwa wirausaha pada diri mahasiswa dengan melakukan pembibitan kakao.
2.      Dapat menunjukkan bahwa bisnis ini sangat efektif dalam penyerapan tenaga kerja skala home industri.
3.      Menciptakan usaha yang menjanjikan  dalam pemasaran.
4.      Melatih  dalam manajemen diri dan manajemen usaha yang
dilaksanakan pada pembibitan tanaman kakao.
D.    LUARAN YANG DIHARAPKAN
1.      Terwujudnya ketermpilan berwirausaha bagi masyarakat.
2.      Terciptanya sumber daya manusia.
3.      Pemenuhan gizi dan kandungan lemak yang sehat dari hasil olahan kakao.
4.      memperbaiki perekonomian masyarakat menjadi lebih baik.
E.      VISI DAN MISI USAHA
1.                   Visi usaha adalah membangun usaha pembibitan untuk dapat mengembangkan perkebunan di indonesia, serta secara langsung mendukung peningkatan perekonomian dan kesejahteraan keluarga karyawan (masyarakat).
2.                   Misi :
-          Membantu pengadaan dan pendistribusian bibitan tanaman.
-          Menghasilkan bibitan tanaman kakao yang unggul dan berkualitas serta terjamin.
-          Melksanakan usaha dengan prinsip menjaga keharmonisan dengan pelanggan maupun lingkungan masyarakat sekitar.
F.      GAMBARAN UMUM USAHA
1.      Nama Perusahaan
“Mekar Sari Tani Jaya”
2.      Komoditas Utama
Komoditas utama usaha “Mekar Sari Tani Jaya” adalah Bibit tanaman kakao

G.    PENANGANAN QUALITY CONTROL
Quality Control adalah suatu pengawasan dan pengendalian mutu yang selalu dilakukan pada setiap tahap / stasiun proses pembuatan mulai dari tahap penyediaan media tanam hingga tumbuh bibit siap tanam.
Mutu adalah gabungan dari sifat-sifat khas yang terdapat dalam bahan dan dapat membedakan setiap satuan bahan serta mempunyai pengaruh nyata dalam penentuan derajat penerimaan konsumen terhadap bibit tersebut.
Sedangkan Pengawasan Mutu adalah suatu usaha pemeliharaan atau pencapaian hasil perkebunan tertentu dan berada dalam batas toleransi yang masih dapat diterima oleh konsumen dengan harga yang serendah mungkin.
H.    PENANGANAN LIMBAH
Penanganan limbah padat : adanya limbah padat secara umum tidak ada hanya berupa sampah biasa seperti plastik dan botol pupuk yang telah disiapkan bak-bak penampung sampah.
I.     SISTEM PEMASARAN
Benih yang telah menjadi bibit siap tanam tersebut dipasarkan di daerah sekitar pembibitan atau biasa disebut lokal. Pemasaran yang digunakan dengan cara pembeli atau langganan yang langsung datang ke tempat pembibitan.





CONTOH GAMBAR












 CONTOH VIDEO

0 komentar:

Posting Komentar